Berita Update Terviral

Home / Kesehatan

Kamis, 25 Juli 2024 - 10:25 WIB

Obat Perangsang Poppers Dijual Seharga Rp120 Ribu

Oleh : AR Lubis    Editor : Redaksi    Kamis, 25 Juli 2024 - 10:25 WIB    Banda Aceh

0:00

FANEWS.ID – Polisi membeberkan obat perangsang Poppers untuk kalangan LGBT dijual seharga Rp120 ribu. Obat tersebut merupakan perangsang untuk kalangan sesama jenis atau LGBT dengan cara dihirup.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Mukti Juharsa, menjelaskan tersangka RCL, MS dan P membeli obat itu dengan cara mengimpor dari Cina. Obat itu sendiri di Indonesia telah dilarang oleh BPOM sejak 2021 karena terbukti mengandung isobutil nitrit.

“Harga Poppers satunya adalah Rp80 ribu kalau beli di Cina. Dijual di Jakarta Rp120 ribu harganya,” tutur Mukti saat dihubungi oleh wartawan, Kamis (25/7/2024).

Baca Juga Artikel Beritanya:  Pasien Covid-19 Sembuh Lagi 155 Orang, Kasus Baru 42 Orang

Mukti menyebutkan, obat itu dijual di media sosial dan komunitas LGBT oleh tersangka dengan kode Hornet sejak 2022. Obat ini pun dijelaskan tersangka untuk memperlancar proses seksualitas para LGBT, khususnya homoseksual.

“Jadi mereka ini menggunakannya dengan dihirup, katanya habis itu pusing, tapi gairah seksnya menjadi meningkat,” ungkap dia.

Atas temuan penjualan obat tersebut, Mukti mengaku akan memerintahkan jajarannya untuk melakukan razia, khususnya di diskotik-diskotik. Hal itu demi mencegah masih adanya poppers di kalangan tertentu.

“Pasti dirazia lah semua. Akan saya buat TR jajaran untuk razia barang ini kalau ada. Takut dibawa ke diskotik, kasih cewe, dia terangsang, gimana,” ujar Mukti.

Baca Juga Artikel Beritanya:  Segar dan Mudah Dibuat! Minuman Ini Bikin Kolesterol Jahat Ambrol

Sampai saat ini, kata Mukti, masih ada tiga buron yang dalam pengejaran. Para tersangka yang sudah ditangkap pun dikenakan Pasal 435 UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Kesehatan dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun.

Diberitakan sebelumnya, Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Kombes Suhermanto memaparkan, penyidik menyita 959 buah botol dan 710 kotak berisi Poppers dalam pengungkapan ini. Poppers sendiri, kata dia, sudah dilarang untuk digunakan oleh BPOM sejak Oktober 2021 karena mengandung isobutil nitrit.

Baca Juga Artikel Beritanya:  Gerakan Nasional Aksi Bergizi, MAN 2 Kejuruan Muda di Aceh Tamiang

“Tentang Poppers ya jadi Poppers ini obat perangsang yang digunakan oleh kelompok tertentu untuk berhubungan seksual sesama jenis ya,” kata Suhermanto dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2024).

Menurut Suhermanto, BPOM telah menyatakan bahwa obat itu berbahaya untuk digunakan karena dapat mengakibatkan stroke hingga serangan jantung yang berujung kematian. Obat itu sendiri digunakan dengan cara dihirup oleh kalangan LGBT, terkhusus homoseksual.

“Berbahaya bisa menyebabkan stroke, serangan jantung bahkan bisa kematian,” ujar dia.(red/tirto)

Baca Juga

Kesehatan

Lanjutkan Program Germas, Dinkes Aceh Tengah Gelar Pertemuan Lintas Program

Kesehatan

Pengertian Bakteri dan Manfaatnya dalam Kehidupan

Kesehatan

Aceh Gencarkan Gerakan Penurunan Stunting

Kesehatan

Pasien Covid-19 Sembuh 494 Orang, 88 Kasus Baru di Aceh

Kesehatan

Dinkes Aceh Hadirkan Pojok Edukasi Gizi Pola Hidup Sehat
Pegawai Diajak Follow Media Sosial RSJ Aceh

Kesehatan

Pegawai Diajak Follow Media Sosial RSJ Aceh

Daerah

Layani Masyarakat, BPJS Kesehatan Banda Aceh Gandeng 627 FKTP dan 86 FKRTL

Kesehatan

Strategi Efektif Menjaga Kesehatan Jantung